Ternak Terpapar PMK di Pati Bertambah, Tingkat Kesembuhan Juga Tinggi

Pati, Info Seputar Pati – Dinas Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Jawa tengah mencatat telah terjadi kenaikan kasus ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) bulan ini. Meski demikian, tingkat kesembuhannya juga tinggi.

Any setyowati, salah seorang Dokter hewan kantor Dispertan Pati menyebutkan, hingga tanggal 17 Juni 2022 lalu, terdata sebanyak 1.592 ekor ternak suspect tertular PMK.

Dari jumlah tersebut, seluruhnya telah dilakukan tindakan pengobatan.

Sementara ternak yang sembuh mencapai 684 ekor, ternak yang mati 11 ekor, dan ternak dipotong paksa ada 9 ekor.

“Ini suspek ada 1.592 ekor, Sudah diobati 1.592 ekor Sembuh 684 ekor, Kematian 11 ekor, Dipotong paksa 9 ekor,” katanya saat ditemui di kantor Dispertan Pati hari ini, Senin (20/6/2022).

Sementara Andi Hirawadi, Kabid Peternakan Dispertan Pati menambahkan, naiknya kasus PMK di Pati ini disebabkan karena penyebaran yang semakin cepat, khususnya lewat udara.

Meskipun kasusnya bertambah, kabar baiknya seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah hingga kini belum ditetapkan sebagai daerah wabah PMK.

“Hampir sama seluruh Jateng sudah tidak terlewatkan karena menular dari udara karena lebih cepat. Tapi Pati lebih rendah dibandingkan Rembang dan Grobogan. Kalau status wabah yang menetapkan Kementerian. Kalau Jateng belum ada status,” katanya.

Andi juga menegaskan, jika daging ternak yang terjangkit wabah PMK masih bisa dikonsumsi, baik daging maupun jeroannya. Asalkan dimasak dengan benar di air dengan bersuhu diatas 100 derajat dan dengan durasi minimal 30 menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *