Infoseputarpati.com – Festival Ampyang Maulid merupakan tradisi tahunan yang ditujukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Ampyang Maulid merupakan tradisi khas Desa Loram Kulon yang telah berlangsung turun-temurun. Tradisi ini ditandai dengan kirab atau pawai yang menampilkan gunungan ampyang (kerupuk bulat warna-warni) dan aneka makanan hasil bumi. Puncaknya, seluruh sajian tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendorong tradisi ini bisa menjadi wisata budaya dan religi.
“Pemerintah Kabupaten Kudus mendukung penuh Ampyang Maulid, karena tidak hanya bernilai budaya dan religi, tetapi juga mendorong kreatifitas ekonomi serta pariwisata daerah,” ucapnya.
“Mari kita kelola dengan baik, menjadi tuan rumah yang ramah bagi wisatawan, dan menjadikan Ampyang sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang menjanjikan,” lanjutnya.
Terselenggaranya tradisi Ampyang Maulid di Kudus menjadi upaya masyarakat setempat dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Selain itu, juga menghidupkan semangat kebersamaan, religiusitas, dan potensi pariwisata Kudus agar semakin dikenal luas di tingkat nasional. (*)







