3 Jalan Angker di Depok, Nomor 1 Ada Genderuwo

Infoseputarpati.com – Tiga jalan yang penuh misteri di kota Depok ini membuat siapa pun yang melewatinya merasa ketakutan. Berbagai penampakan sering kali terjadi, seperti bau kentang yang tiba-tiba muncul, kehadiran genderuwo, dan bahkan munculnya sosok nyai dan seorang wanita berpakaian merah. Jalan-jalan di Depok ini memang menjadi tempat penyimpanan berbagai kisah misterius. Inilah tiga jalan yang di anggap angker di Depok, informasi ini di dapat dari berbagai sumber.

1. Jalan Gandul, Cinere

Terletak di Jalan Gandul, Cinere, ada jejak-jejak bekas rumah kentang yang sekarang telah berubah menjadi tumpukan reruntuhan akibat perluasan jalan. Bangunan itu telah dirobohkan. Kisah yang beredar dalam masyarakat menceritakan bahwa di masa lampau, ada seorang anak kecil yang masuk ke dalam panci rebusan kentang dan sayangnya meninggal dalam insiden tersebut.

Setelah kejadian tragis itu, pada saat malam menjelang, sekitar area rumah itu sering kali dihiasi dengan aroma harum kentang. Banyak penduduk setempat mengklaim bahwa saat melewati Jalan Gandul, Cinere, khususnya setelah jam 11 malam, mereka merasakan bau kentang yang tajam. Bau ini bahkan dapat tercium dari beberapa meter jauhnya dari lokasi bekas rumah kentang. Namun, aroma kentang ini hanya terasa di luar bangunan dan diduga disebabkan oleh salah satu makhluk yang tinggal di sana, yaitu makhluk besar dengan mata merah yang dikenal sebagai genderuwo. Bangunan yang menjadi sumber kisah misteri ini terletak di Jalan Gandul, Cinere.

2. Jalan di Jembatan Panus, Tole Iskandar

Jembatan Panus berfungsi sebagai penghubung antara Jakarta, Depok, dan Bogor. Lokasinya terletak di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Depok. Jembatan Panus adalah sebuah struktur jembatan yang berasal dari era penjajahan Belanda, yang di bangun pada tahun 1917 oleh arsitek Belanda bernama Stephanus Jonathan. Dalam narasi yang di ceritakan oleh Mbah Mijan melalui saluran YouTube-nya.

Berbagai penampakan mistis di Jembatan Panus di kisahkan, termasuk penampakan figur Stephanus, sosok nyai, seorang perempuan berpakaian merah, serta munculnya hantu-hantu yang sering di yakini oleh masyarakat berkeliaran di sekitar jembatan tersebut. Konon, baik Stephanus maupun istrinya masih sering terlihat melintasi jembatan ini dengan membawa anjing putih kesayangan mereka. Versi cerita yang beredar menyebutkan bahwa Stephanus kembali ke Belanda saat tentara Jepang mengusir pihak kompeni untuk meninggalkan Indonesia. Oleh karena itulah, istrinya yang di kenal sebagai Nyai memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *