Bukan Prokes, Ini Alasan Kenaikan Tarif Umrah

Pati, infoseputarpati.com – Biaya umrah di masa pandemi melambung, bukan karena protokol kesehatan Covid-19. Kenaikan ini disebabkan naiknya pemungutan pajak Kerajaan Arab dan naiknya harga minyak dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asrori, CEO Istiqomah Baraka Utama, penyedia layanan travel dan umrah dari Pati, Jawa Tengah. Menurutnya, protokol kesehatan hanya bagian kecil dari kenaikan harga umrah.

Jelasnya, tahun ini Kemenag menetapkan biaya referensi umrah terendah sebesar Rp28 juta. Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Diantaranya, Pemerintah Saudi menaikkan pungutan pajak dari 5 persen sebelum pandemi menjadi 15 persen di Tahun 2022.

Kebijakan tersebut menuntut sektor ekonomi di Arab menaikkan harga-harga jual barang dan layanan.

“Yang paling terasa saat beli visa. Visa umumnya include atau bundel dengan bus dan BRN (booking reference number) dibundling harganya 235 dolar. Padahal dulu visa cuma 100 dolar. Pasca pandemi ini naik,” ujar Asrori kepada infoseputarpati.com, Kamis (25/8/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *