Anomali Cuaca Pengaruhi Panen Padi di Kabupaten Pati

Pati, infoseputarpati.com – Kabupaten Pati, Jawa Tengah pekan ini telah memasuki puncak panen musim tanam kedua (Mt-2). Rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di harga Rp4.200-Rp4.500 per kilogram.

Berbeda dengan musim panen kedua tahun lalu, tahun ini para petani dihadapkan dengan persoalan curah hujan yang terus menerus dan angin dengan intensitas tinggi.

Sugito, salah seorang petani di Jakenan mengatakan, hujan disertai angin menyebabkan padi ambruk dan susah dipanen. Sebelum dipanen dengan mesin thresher, padi terpaksa harus dipocong (diikat) agar bisa terkena mesin.

Meski harganya stabil, Sugito mengaku para petani harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membayar para buruh ikat padi. Akibatnya para petani di musim ini belum bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

“Sudah panen semua, harganya biasa tapi karena kena angin terus, sebelum di panen digendeli dulu, dipocong biar bisa kena mesin thresher, soalnya kalau ambruk ngga bisa kepanan,” ujarnya kepada infoseputarpati.com, Selasa (5/7/2022).

Sementara Kun Saptono, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menambahkan, anomali cuaca yang terjadi saat ini bukan hanya mendampak kepada petani saja, melainkan juga kepada para tengkulak.

Pasalnya hingga pekan pertama bulan Juli ini masih jarang ditemui panas terik, sehingga proses penjemuran gabah kurang optimal.

Hal ini sangat mempengaruhi kualitas gabah dan berpengaruh terhadap harga jual gabah kering giling (GKG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *