Jepalo Gunungwungkal Jadi Desa Tertinggi Angka Prevalensi Stunting di Pati

Pati, infoseputarpati.com – Dalam agenda rembug stunting yang diselenggarakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pati di Pendopo Kantor Bupati Pati pada Rabu, (29/6/2022), salah satunya yakni pemaparan seputar angka pravelensi stunting.

Berdasarkan penyampaian dari Koordinator TPPS, Muhtar mengungkapkan setidaknya pada tahun 2022 sebanyak 18 desa yang dinyatakan menjadi lokus stunting.

Sedangkan angka pravelensi stunting tertinggi terjadi di Desa Jepalo Kecamatan Gunungwungkal dengan angka 28,57 Persen.

Kemudian disusul Desa Babalan Kecamatan Gabus sebesar 21,92 persen, lalu Desa Sitimulyo Kecamatan Pucakwangi 18,75 persen dan Desa Karangmulyo Kecamatan Tambakromo di angka 14,47 persen.

“Berdasarkan SK yang ditetapkan oleh Bupati Pati bahwa pada tahun 2022 terdapat 18 desa yang ditetapkan menjadi Desa lokus stunting, yang salah satunya tertinggi yakni Desa Jepalo 28,75 persen,” katanya saat menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Diketahui prevalensi merupakan proporsi dari populasi yang memiliki penyakit atau faktor risiko dalam jangka waktu tertentu.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan terkait dengan jumlah pravelensi yang terjadi di desa lainnya berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Balita Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Diantaranya yakni Desa Baleadi 3,60 persen ,Desa Purwokerto Kayen 3,30 persen ,Desa Blingijati sebesar 4,40 persen dan Desa Sidomukti Jaken 6,17 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *