Kebakaran Lahan di Kobar Kalteng Dekat Permukiman, Pemadaman Terkendala Pasokan Air

Infoseputarpati.com – Kebakaran melanda lahan di kawasan calon lahan persawahan Kelurahan Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Kebakaran berada dekat dengan permukiman warga sehingga membuat warga khawatir.

“Sekarang tim kami masih melakukan pemadaman. Baru dapat kabar api menyala kembali. Api masih menyala, belum bisa diprediksi luasannya,” kata Lurah Kotawaringin Hulu, Gusti Suhairi dilansir dari Detik.

Jarak lokasi kebakaran dan Kantor Kelurahan Kotawaringin Hulu sekitar 600 meter. Kondisi angin dikhawatirkan membuat api merambat ke lokasi permukiman warga. Sedangkan jika berlawanan juga berpotensi membakar Desa Lalang.

“Meski demikian, arah pergerakan api masih bergantung pada kondisi angin dan situasi di lapangan. Karena itu, upaya pemadaman terus dilakukan,” ujar Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo.

Jalur masuk ke lokasi hanya bisa dilalui roda dua sehingga pemadaman sulit dilakukan dan peralatan pendukung juga terbatas.

“Persoalan lainnya adalah minimnya sumber air untuk memadamkan api. Parit di sekitar lokasi kebakaran tidak memiliki persediaan air yang bisa diandalkan untuk mendukung penanganan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Program Baznas Beri Kebermanfaatan, Dewan Harap Kesadaran Masyarakat Berzakat Meningkat

Masyarakat bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) pun menyiapkan tandon penampungan air.

“Air yang terkumpul kemudian akan disalurkan menggunakan mesin pompa dan selang untuk membantu petugas menjangkau titik api. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman meskipun akses kendaraan menuju lokasi masih terbatas,” ujarnya.

Perlu ada sumber lain untuk memasok air termasuk fasilitas PDAM dan Sungai Lamandau. Penyiapan jalur mobilisasi air juga direncanakan agar distribusi air menuju lokasi kebakaran dapat berjalan lebih mudah.

Keterbatasan akses dan pasokan air menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla di kawasan tersebut.

“Petugas bersama masyarakat diharapkan dapat segera mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke permukiman di sekitar Kotawaringin Hulu maupun wilayah Desa Lalang,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menarik Dibaca