Infoseputarpati.com – Sebagai solusi mengatasi krisis air bersih di Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan solusi jangka panjang.
Pemprov juga menggandeng Universitas Diponegoro (Undip), untuk mengolah air payau menjadi air layak konsumsi melalui program desalinasi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa persoalan di desa tersebut adalah air tanah yang cenderung payau sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Ternyata di desa ini airnya payau, sehingga yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya air bersih untuk minum ya,” kata Taj Yasin.
Sebagai solusi jangka pendek, penyaluran air bersih dilakukan. Sebanyak 10 truk air bersih disalurkan ke desa tersebut.
Pemprov Jateng akan melanjutkan program desalinasi bersama Undip di desa tersebut. Melalui teknologi itu, air payau diharapkan dapat diolah menjadi air tawar, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kita nanti akan kerja sama melanjutkan program Pemprov yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujarnya.
Selain persoalan air bersih, Taj Yasin juga menyoroti potensi Bendungan Triguno yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air di wilayah sekitar. Bendungan tersebut memiliki debit sekitar 35.000 meter kubik air.
Namun, menurutnya, sejumlah saluran membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan, agar air dari bendungan dapat mengalir lebih optimal ke wilayah sekitar.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, berdasarkan data terakhir, sekitar 60 desa terdampak kekeringan.
“Kami terus berupaya untuk pengiriman air bersih, entah dari CSR, entah dari BTT (Belanja Tidak Terduga) sudah kami siapkan,” katanya.
Chandra, sapaannya, menyebut, keterbatasan armada tangki juga menjadi persoalan tersendiri. Untuk mengatasinya, Pemkab Pati berkoordinasi dengan pengusaha pemilik truk tangki serta pemerintah kabupaten lain yang memiliki armada untuk membantu distribusi air.
Pemkab Pati, lanjutnya, juga menyiapkan perluasan jaringan PDAM untuk menjangkau wilayah yang selama ini terdampak kekeringan. Saat ini, PDAM Pati memiliki sekitar 47.000 pelanggan.
“Kami akan bangun jaringan supaya jaringan PDAM ini bisa mengalir ke daerah-daerah terdampak kekeringan,” tegasbupati. (*)






