Dinkes Sebut Masih Tersisa 16 Orang di Pati Yang Dipasung

Pati, infoseputarpati.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menyebut jumlah orang dipasung di Pati sudah turun, dari 21 orang di 2021 menjadi 16 orang di tahun 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Joko Leksono mengatakan, pengurangan tersebut terjadi lantaran adanya pembebasan atau orang terkait meninggal dunia.

“Lumayan pasungnya masih ada 16 kalau tidak salah dari 21. Ada yang pembebasan dan meninggal. Itu (pemasungan) dilarang pemerintah Pak Ganjar dan Bupati menyarankan agar menghilangkan orang dari gangguan daripada pasung,” ujar Joko saat ditemui di kantornya kemarin.

Joko menambahkan, belasan pemasungan tersebut dilakukan oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu, menjadi aib keluarga, atau membahayakan warga sekitar.

Oleh karenanya, alih-alih dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD), masyarakat lebih memilih memasung pengidap disabilitas mental.

Dalam beberapa tahun terakhir kata Joko, ada perawatan dan pendampingan dari pemerintah daerah maupun provinsi, melalui program bebas pasung kepada keluarga yang melakukan pemasungan.

“Penangannya ada program bebas pasung dengan puskesmas setempat. Kita tanya dokter yang mengelola apakah sudah sesuai SOP penangannya dulu. Kita edukasi untuk kontrol ke spesialis,” ujar Joko.

Dijelaskannya, pemerintah kabupaten Pati sebenarnya memberikan fasilitas rehabilitasi bagi kaum disabilitas mental. Hanya saja, masyarakat kurang memahami bagaimana cara mengaksesnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *