Akibat Kemarau Basah, Grade dan Harga Tembakau Pati Terancam Turun

Pati, infoseputarpati.com – Kepala Seksi Produksi Tanaman Semusim Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Tri Yulianto menyebut kemarau basah tahun ini mempengaruhi produktivitas dan tanaman tembakau di Pati.

“Khawatirnya dengan cuaca kayak gini tembakau juga mati dengan iklim kayak gini tembakau mati. Soalnya ini sering hujan berturut-turut banyak tembakau yang tidak tumbuh. Semoga bisa cepat kering,” ujar Tri saat diwawancarai infoseputarpati.com, Selasa (12/7/22).

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini bahkan membuat para petani di Pati harus melakukan tanam lebih dari dua kali. Pasalnya, tanaman tembakau tidak bisa hidup di area dengan kadar air yang tinggi.

Dari pantauan Dispertan Pati, hingga kini masih ada petani yang kesulitan menentukan kapan mulai tanam tembakau lantaran cuaca tak kunjung panas.

Dijelaskan, tanaman tembakau rata-rata membutuhkan waktu pertumbuhan 9-10 minggu untuk kemudian bisa dipanen. Setidaknya para petani harus sudah memanen di bulan September hingga Oktober, karena selebihnya sudah memasuki musim penghujan.

“Tembakau dominan tanaman kering, butuh 9-10 minggu. Musim tanam harus di Mei akhir sampai Juni karena dikhawatirkan nanti panennya di musim hujan panen raya,” terangnya.

Selain menghambat pertumbuhan, anomali cuaca ini juga diperkirakan akan mempengaruhi grade dan harga tembakau kering yang dipanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *