Meski ditimpa bermacam bencana, diawali dari kematian anak- anaknya, lenyap segala harta barang, penyakit yang tidak kunjung sembuh, Nabi Ayyub As. malah mengalami itu seluruh dnegna penuh kesabaran. Cerita lengkap dari cerita Nabi Ayyub dapat kalian temukan pada novel Cerita Abadi Nabi Ayyub As.
Nabi Ayyub Lulus ujian serta Diberi Hadiah Melimpah dari Allah
Sebab kesabaran Nabi Ayyub yang luar biasa dikala menempuh ujian tersebut, Allah juga menampilkan jalur keluar. Allah menggambarkan perihal tersebut pada Al- Qur’ an Surah Al- Anbiya ayat 83—84:
“ Serta( ingatlah cerita) Ayyub, kala ia berdoa kepada Tuhannya,‘( Ya Tuhanku), sangat, saya sudah ditimpa penyakit, sementara itu Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari seluruh yang penyayang.’
Hingga Kami kabulkan (doa) nya, kemudian Kami lenyapkan penyakit yang terdapat padanya serta Kami kembalikan keluarganya kepadanya, serta (Kami lipat gandakan jumlah mereka) selaku sesuatu rahmat dari Kami, serta buat jadi peringatan untuk seluruh yang menyembah Kami.”
Cerita tersebut sama dengan firman Allah pada Surah Sad ayat 41—44 di atas. Allah mewahyukan kepada Nabi Ayyub buat menghentakkan kaki dia ke tanah. Setelah itu dari situ Allah pancarkan mata air yang sejuk. Nabi Ayyub juga bergegas mandi di mata air tersebut sampai sembuhlah penyakit kulit dari tubuh dia.
Allah pula memerintahkan kepada Nabi Ayyub buat minum dari mata air tersebut. Kesegaran airnya setelah itu sanggup membilas batin Nabi Ayyub, sehingga dia kembali sehat fit lahir serta batin. Kekokohannya juga kembali pulih, apalagi semacam tidak sempat sakit.
Dikala dia hendak menemui istrinya, si istri pernah tidak mengidentifikasi Nabi Ayyub. Meski Nabi Ayyub nampak sama semacam dikala dia sehat dahulu. Sesungguhnya si istri mengingat bentuk badan serta wajah Nabi Ayyub saat sebelum sakit itu.
Hendak namun, dalam bayangan istri Nabi Ayyub, dia masih lemah serta berpenyakit kulit, sehingga dia tidak menyangka kalau si suami hendak sembuh lebih kilat. Keduanya juga bersuka cita mengucap syukur kepada Allah.
Cocok firman Allah pada Surah Al- Anbiya serta Surah Sad tersebut di atas, kalau Ia pula mengembalikan anggota keluarga Nabi Ayyub dengan jumlah yang berlipat ganda. Harta Nabi Ayyub pula Allah kembalikan lagi selaku hadiah atas keridhaan dia menempuh tes.
Dalam sebagian riwayat diceritakan buat mengembalikan harta kekayaan Nabi Ayyub, Allah mengirimkan 2 awan. Satu awan menaungi gundukan gandum, sebaliknya awan yang lain menaungi gundukan jewawut.
Awan yang menaungi gundukan gandum tersebut menghasilkan“ hujan” emas. Sedangkan awan yang menaungi juwawut menghasilkan perak. Dengan demikian harta Nabi Ayyub juga kembali melimpah.
Dalam tipe yang lain, diceritakan Nabi Ayyub mempunyai 2 peti. Satu peti tempat menaruh gandum serta satu lagi tempat menaruh jewawut. Allah mengirimkan kedua awan buat menghujani peti gandum dengan emas sampai luber. Awan yang satu lagi mengguyurkan perak ke peti jewawut sampai meluap pula.
Tidak hingga di sana, Allah pula mengembalikan kekayaan Nabi Ayyub dengan metode yang lain. Dalam hadis riwayat Bukhari serta Nasa’ i dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
“ Manakala Ayyub lagi mandi telanjang, sekelompok belalang dari emas jatuh kepadanya, hingga Ayyub memunguti serta menaruh belalang itu di bajunya. Tuhan memanggilnya,‘ Wahai Ayyub, bukankah Saya sudah membuat kamu kaya semacam yang kalian amati?’ Ayyub menanggapi,‘ Benar ya Rabbi, hendak namun saya senantiasa membutuhkan keberkahan- Mu.”
Cerita Nabi Ayyub As. kepada kaumnya serta ketabahannya atas penderitaan yang diberikan Allah pula dikisahkan pada Seri Cerita Nabi: Rasul yang Kesabarannya Dipuji Allah.
Dalam Surah Sad ayat 44, Allah berfirman:
“ Serta ambillah seikat( rumput) dengan tanganmu, kemudian pukullah dengan itu serta janganlah engkau melanggar sumpah. Sebetulnya Kami dapati ia( Ayyub) seseorang yang tabah. Dialah sebaik- baik hamba. Sangat, ia sangat taat( kepada Allah).”
Sumpah yang Allah iktikad pada ayat tersebut merupakan nazar Nabi Ayyub kala dia sakit. Nabi Ayyub pernah mengucapkan nazar buat memukul istrinya dikala itu lantaran si istri melaksanakan perbuatan yang tidak berkenan di hati dia.
Terdapat sebagian tipe cerita tentang kesalahan istri Nabi Ayyub tersebut. Tipe yang awal, dikisahkan kalau sehabis Nabi Ayyub jatuh miskin serta sakit- sakitan, si istri wajib bekerja buat penuhi kebutuhan mereka berdua. Si istri juga bekerja di rumah orang lain.
Sesuatu hari si istri terlambat kembali ke rumah sehingga Nabi Ayyub marah. Kesimpulannya dia mengucapkan sumpah tersebut.
Tipe cerita yang lain, Nabi Ayyub marah sebab si istri menjual tali pengekang kuda mereka. Perihal tersebut terpaksa dicoba istri dia sebab tidak mempunyai lumayan duit buat membeli santapan. Kesimpulannya tali pengekang tersebut dijualnya buat membeli roti.
Sehabis sembuh serta sehat kembali, Ayyub alaihissalam teringat kembali hendak nazar dia kepada Allah tersebut. Tetapi, dia tidak tega memukul istrinya yang sudah sepenuh hati menjaga Nabi Ayyub dikala sakit. Hendak namun, dia pula wajib menunaikan nazarnya.






