Pati, Infoseputarpati.com – Hasil forensik jenazah anak buah kapal (ABK) dari Batangan Pati diketahui sudah keluar. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memberikan sorotan atas kejadian meninggalnya ABK saat berlayar.
M Nur Sukarno, wakil rakyat Kabupaten Pati mengatakan nelayan dan pihak ketuanya agar lebih waspada terkait kesehatan terlebih saat ini cuaca sedang ekstrem.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut mengimbau agar nelayan dapat mengikuti program asuransi.
“Kami meminta para nelayan agar tetap waspada ketika melaut. Apalagi ini cuacanya tidak menentu,” kata dia.
Perlu diketahui sebelumnya, ABK bernama Tarno (32) warga Desa Klayusiwalan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati meninggal dunia ketika sedang berlayar pada Senin (31/10).
Autopsi pun dilakukan oleh pihak Polresta Pati untuk mengetahui penyebab mengapa korban meninggal dunia.
Dari hasil bukti forensi yang keluar menunjukkan bahwa korban meninggal dunia lantaran sakit ketika berlayar. Polisi juga menyebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah.
Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Pati, AKP Pujiati mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada korban namun tidak ditemukan bukti kekerasan.
AKP Pujiati menyebut korban menderita sakit ketika menangkap ikan di perairan Arafua Papua.
“Korban dipulangkan melalui kapal pengangkut KM. Mina Barokah Mulya, namun meninggal dunia pada 31 Oktober 2022 sekitar pukul 12.05 WIB,” tutur dia. (Adv)
Editor: Erika Chairun











