Kemarau Telat, Tanam Kacang Hijau di Pati Tidak Optimal

Pati, infoseputarpati.com – Petani kacang hijau di Kabupaten Pati tahun ini mengalami masa yang berat.  Musim kemarau telat diiringi curah hujan yang tinggi saat bulan Juni, membuat tanam kacang hijau tidak optimal.

Salah satu petani asal Kecamatan Jakenan, Asmini mengatakan baru bisa melakukan tanam kacang hijau pada pertengahan bulan Juni. Padahal pada umumnya dilakukan di bulan Mei.

Tak hanya itu, musim ini dia harus melakukan tiga kali tanam, lantaran bibit yang ditanam mati saat terkena hujan.

“Kacang hijau itu kan kalau kena air banyak malah busuk. Saya kemarin tanam ada hujan, mati beberapa. saya sulam lagi, kena hujan mati lagi,” ujarnya kepada Mitrapost. Com, Sabtu (20/8/2022).

Akibatnya hanya 60-70 persen saja kacang hijau di lahannya yang berhasil tumbuh.

Sementara Kun Saptono, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Kun Saptono saat diwawancara di kantornya mengatakan, gagalnya tanaman kacang hijau musim ini tidak hanya terjadi di Jakenan. Melainkan, hampir semua kecamatan di Pati selatan tidak optimal tanamnya.

Terbukti dari data yang ia himpun, luasan kacang hijau di Pati mengalami penurunan sebanyak 50 persen. Penurunan luasan ini tentunya berimbas pada turunnya produksi atau panen.

“Rata-rata turun 50 persen kemarin. Misal Winong dari 1.500 hektar jadi 200 hektar. Produksinya turun berkurang otomatis luas panen juga berkurang,” kata Kun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *