Disnaker Berharap Adanya 7 Desa Desmigratif Dapat Tekan CPMI Ilegal dari Pati

Pati, infoseputarpati.com – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), hingga tahun 2022 setidaknya telah memiliki sebanyak 7 Desa Migran Produktif (Desmigratif).

Melalui keterangan yang disampaikan oleh petugas Pengantar Kerja Muda, Sukati menjelaskan bahwa dalam pembentukan Desmigratif tersebut diharapkan mampu untuk menekan jumlah Calon Pegawai Migran Indonesia (CPMI) yang berangkat secara ilegal atau non-prosedural.

“Oh iya mas, jadi kita itu sebenarnya jumlah PMI yang tidak prosedural kan juga lumayan banyak ya. Dan ini itu program setiap dua tahunan yang dimulai sejak tahun 2017, tentunya diharapkan salah satunya untuk menekan itu,” katanya saat ditemui di kantornya pada Rabu, (10/8/2022).

Pihaknya menambahkan bahwasanya ketujuh desa tersebut diantaranya yang dibentuk pertama kali pada tahun 2017, yaitu Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen dan Desa Sugihrejo Kecamatan Gabus.

Kemudian pada tahun 2018 dan 2019 membentuk 4 desa Desmigratif yang terdiri dari Desa Tawangrejo Kecamatan Winong, Desa Jimbaran Kecamatan Kayen, Desa Bodeh Kecamatan Pucakwangi dan juga Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *