Uji Coba MBG pada Sekolah dengan 3 Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

Semarang, Infoseputarpati.com – Uji coba makan bergizi gratis (MBG) akan diterapkan pada beberapa sekolah di tiga kabupaten Jawa Tengah.

Adapun anggaran yang disiapkan untuk melakukan program tersebut sebesar Rp2,25 miliar.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengungkapkan bahwa anggaran ini dibagi tiga, setiap kabupatennya akan mendapatan Rp750 juta.

Uji coba makan bergizi dimulai sejak Jumat (8/11) di Kabupaten Wonosobo, Sabtu (9/11) di Kabupaten Brebes, Dan Kebumen pada Senin (11/11).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yunita Dyah Suminar.

“Dengan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov untuk tiga kabupaten. Kabupaten Brebes, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo,” kata Yunita, dikutip dari Detik News, pada Jumat (25/11)

“Karena kabupaten itu kebetulan termasuk kabupaten miskin ekstrem dan prevalensi stuntingnya juga cukup tinggi,” tambah dia.

Uji coba ini dimaksudkan untuk melancarkan program Pemerintahan Prabowo dan Gibran.

“Karena program ini akan dilaksanakan di 2025, maka diujicobakan di tiga kabupaten itu. Ada sebanyak 2 ribu anak per kabupaten,” ujar Yunita.

Anggaran Rp2,25 miliar anggaran digelontorkan untuk uji coba makan bergizi. Produk makanan ini berasal dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

“Per satu kali makan Rp 15 ribu termasuk pajak dan dusnya. Sasarannya itu sebenarnya ini sebuah gerakan untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang makanan bergizi seimbang,” jelasnya.

“Anggarannya Rp 750 juta per kabupaten, total anggaran ada Rp 2,25 miliar. Yang melakukan itu dari kabupaten. Supaya terdistribusi dengan baik, penyedia itu dianjurkan untuk yang sudah terdaftar di Blangkon (belanja langsung toko online) Jateng,” lanjut Yunita.

Uji coba tersebut akan digulir selama 25 hari kepada para siswa SD dari kelas 1-6. Ada 12 SD di Kabupaten Brebes, 12 SD di Kabupaten Kebumen, dan 6 SD di Kabupaten Wonosobo.

“Nah maka ini menjadi satu uji coba di Jateng. Nanti akan dievaluasi mulai dari persiapannya, menunya, minat anak-anaknya, peningkatan presensi,” paparnya.

“Sebelum itu, dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, kemudian indeks massa tubuh supaya nanti bisa dievaluasi karena kegiatan ini 25 hari,” sambung Yunita. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *