Infoseputarpati.com – Kerusuhan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/11/2026). Kejadian bermula saat prajurit TNI menemukan Bendera Bulan Bintang yang berkibar di acara tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadisepenad) Brigjen Donny Pramono mengatakan bahwa pihak aparat sempat menemui panitian penyelenggara acara untuk melakukan komunikasi agar bendera tersebut diturunkan. Namun pihak penitia enggan melakukannya.
“Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Bendera pun akhirnya diturunkan paksa. Namun hal itu menyebabkan warga dan pengunjung bereaksi keras. Massa pun berbuat anarkis dengan melemparkan batu dan kayu ke arah petugas.
Sejumlah orang diantaranya bahkan membawa senjata tajam hingga mengancam keselamatan personel. Karena kondisi tak terkendali, petugas pun menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara untuk memukul mundur massa.
Namun desakan massa semakin membahayakan, petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan.
“Dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet,” paparnya.
Massa pun akhirnya berhasil dibubarkan. Situasi terkendali dan personel TNI kembali melanjutkan proses penurunan Bendera Bulan Bintang.
Dalam peristiwa itu, satu warga tewas bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Sedangkan 14 lainnya luka-luka.
“Enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing,” ujarnya.
Hingga Kamis pukul 04.30 WIB, situasi di Desa Pulo Keunari telah kondusif. (*)






