Infoseputarpati.com – Seorang santri bernama Irfan Zaki Azizi diduga mengalami kekerasan. Kondisinya tak sadarkan diri dengan wajah mengalami luka dan lebam.
Korban merupakan warga asal Kabupaten Kayong Utara yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Labbaik Indonesia, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Karena luka yang dideritanya, korban pun harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ia diduga mengalami trauma bagian kepala.
Berdasarkan penuturan orang tua korban, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, mereka mendapatkan informasi dari pihak pondok yang menyebut anaknya mengalami alergi obat parasetamol.
Namun saat didatangi di pondok, mereka mendapati korban mengalami luka yang dinilai tak wajar.
“Kami awalnya diberitahu pihak pesantren bahwa anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung kondisinya, wajahnya lebam dan bengkak parah, seperti bukan alergi,” jelasnya dilansir dari Detik.
Wajah korban mengalami pembengkakan hebat di area mata hingga menyebabkan tertutup. Kemudian ada memar kehitaman di sekitar mata dan pipi.
Karena kondisi tersebut, pihak keluarga curiga anaknya menjadi korban kekerasan di pesantren. Sementara itu, Dokter jaga di RS Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar mengatakan bahwa korban mengalami trauma di bagian kepala.
“Dokter jaga mengatakan ada trauma di kepala,” jelasnya.
Korban pun kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kondisi terbaru, korbanmasih dalam kondisi belum sadar dan akan dibawa ke ICU agar mendapatkan pemantauan medis.
Pihak keluarga berharap pihak pesantren bisa memberikan penjelasan dan mengusut kasus tersebut.
Di lain sisi, Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia Ustaz Aswandi Alfatih mengaku masih belum bisa mengungkapkan detail penyebab luka korban.
“Kami belum bisa memberikan keterangan. Ini kami masih di rumah sakit dalam rangka mencari penyebabnya. Jadi belum bisa juga kami menyimpulkan ini apakah ada tindak kekerasan atau bukan. Terima kasih Pak atas perhatiannya,” jelasnya.
Pihaknya juga masih menunggu penjelasan dari dokter terkait kondisi korban.
“Kami tidak bisa memberikan keterangan sadar atau tidak, karena ada bahasa medis yang tidak bisa kami sampaikan khawatir keliru. Tapi sepengetahuan kami kesadarannya masih belum normal seperti biasa,” jelasnya.
“Mohon doanya supaya santri kami cepat diberikan kesembuhan dan ada titik terangnya,” lanjutnya. (*)






