Kronologi Janda di Sidokerto Pati Tagih Utang Berujung Ancaman Bacok

Pati, Infoseputarpati.com – Seorang janda bernama Rumilah, warga Desa Sidokerto Kecamatan Pati Kabupaten Pati harus menelan pil pahit setelah menagih utang tetangganya.

Rumilah diancam dibacok saat menagih utang yang tak kunjung dibayar. Korban yang saat itu mengikuti arisan dawis yang dilaksanakan pada Senin (8/7/2024) tersebut bermaksud ingin mengklarifikasi utang kepada yang bersangkutan.

Bukan jawaban yang ramah untuk didengar, korban malah mendapatkan ancaman pembacokan dari suami yang bersangkutan.

Bahkan pelaku mengeluarkan golok yang diambil dari dalam rumahnya saat mencoba menanyakan kesungguhan membayar terhadap istri pelaku.

“Saya coba konfirmasi terkait dengan uang Rp10 juta yang diserahkan melalui anak saya. Namun gak dijawab sama saudara Anggi (anak terduga pelaku). Malah Antok (terduga pelaku) bawa golok sambil mengancam mau bacok saya,” tutur Rumilah.

Ancaman tersebut membuat Rumilah takut hingga melaporkan kejadian ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjut.

“Saya takut dan khawatir jika suatu hari saya benar-benar dibacok. Sehingga kami laporkan ke pihak polisi,” lanjutnya.

Kemudian, Rumilah mengaku jika keluarga pelaku meminjam utang berupa emas. Utang tersebut terjadi sejak 16 tahun yang lalu.

“Dulu itu, pelaku hutang ke saya berupa Emas 72 gram, sekitar 15-16 tahun lalu. Dengan komitmen utang emas bayar emas,” tutur dia.

“Dia itu hutangnya emas. Bukan uang. Saya mintanya dikembalikan emas,” ujar Rumilah.

Sementara itu, Rahma, anak dari korban mengungkapkan peristiwa pengancaman ini membuat sang ibu khawatir bahkan tidak berani keluar rumah.

Ia berharap polisi dapat menindaklanjuti kasus sehingga keluarganya dapat beraktivitas denga naman.

“Ibu depresi dan takut. Sampai hari ini, ibu belum berani keluar rumah. Biasanya subuhan di masjid. Hari ini gak berani kemana-mana,” ujar Rahma.

“Semoga bisa terselesaikan dengan baik. Kedepan ibu bisa menjalani hidup dengan tenang, pelaku bisa mendapatkan efek jera,” harapannya.

Ditemui terpisah, Plt Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Muji Sutrisna menyebut pihaknya kini tengah mengusut kasus ancam tersebut.

“Jadi setiap aduan/laporan masyarakat wajib kita kepolisian menindaklanjuti,” tutur dia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *