Meskipun fakta ini jelas, para pendukung teori konspirasi ini tetap teguh dalam keyakinan bahwa Nazi memiliki UFO di Antartika dan menggunakan teknologi ini untuk menciptakan senjata berbasis alien yang di sembunyikan di Antartika, Amerika Selatan, dan Arktik.
4. Kota Atlantis yang hilang terkubur di bawah Antartika
Beberapa teori konspirasi menyatakan bahwa Atlantis terletak di bawah permukaan Antartika. Menariknya, gagasan ini muncul pada tahun 1950-an setelah Profesor Charles Hapgood, seorang sejarawan, menyatakan bahwa Antartika mungkin menjadi tempat bagi beberapa peradaban kuno yang belum di temukan.
Sebagaimana di kutip oleh laman Unilad, keyakinan Hapgood di dasarkan pada teori bahwa Antartika tidak seluruhnya tertutup es sekitar 11.600 tahun yang lalu. Teori konspirasi kemudian mengadopsi klaim ini, dengan menambahkan bahwa peradaban yang di maksud adalah Atlantis yang masih tersembunyi di bawah lapisan es hingga saat ini
Pada tahun 1995, seorang penulis Inggris bernama Graham Hancock menguatkan pandangan ini dalam studinya berjudul “Fingerprints of the Gods.” Dia mengajukan pendapat bahwa orang-orang Atlantis telah bermigrasi dari Antartika untuk mendirikan peradaban Aztec, Maya, dan Mesir.
5. Dua kawah di Antartika adalah pintu masuk ke dalam pangkalan UFO
Di sepanjang pantai Antartika terdapat dua kawah yang terbentuk. Kedua kawah ini menjangkau kedalaman yang signifikan di bawah lapisan es, menciptakan kesan bahwa ada sesuatu yang sedang di jelajahi atau di temukan.
Para teori konspirasi segera muncul, mengklaim bahwa kawah-kawah tersebut adalah pintu masuk menuju fasilitas pemerintah rahasia, pangkalan makhluk asing, atau pangkalan Nazi yang telah di angkat sebelumnya. Ahli teori konspirasi UFO, Scott Waring, berpendapat bahwa kawah-kawah ini mungkin terbentuk oleh UFO yang terperangkap di dalam es.
Sebagaimana di lansir oleh laman Exo Politics, Waring mengklaim bahwa ia telah melihat gambar-gambar UFO dari foto asli yang di ambil dari Google Earth. Namun, ia mencatat bahwa gambar UFO tersebut sekarang telah di ubah oleh pihak Google, sehingga tidak lagi tampak dalam gambar yang telah di edit.
6. Google mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui tentang Antartika
Pada bulan Maret 2018, sebuah kanal YouTube yang membicarakan teori konspirasi mengajukan klaim bahwa Google memiliki pengetahuan tersembunyi mengenai Antartika, namun berusaha keras untuk menyembunyikan informasi tersebut dari masyarakat umum.
Namun demikian, menurut pandangan mereka, seorang karyawan yang memberontak dari Google berupaya mengungkapkan konspirasi ini kepada para penganut teori konspirasi.
Pembawa acara dari kanal YouTube tersebut menyatakan bahwa setiap kali ia mengklik suatu lokasi di Antartika, tanda palang merah muncul. Namun, hal ini hanya terjadi ketika ia mengaktifkan fitur cuaca di Google Earth.
Para penganut teori konspirasi meyakini bahwa fenomena ini terjadi karena seorang karyawan Google yang tak di kenal ingin mengungkapkan kepada kita apa pun yang mungkin di sembunyikan di sana. Pembawa acara YouTube tersebut menambahkan bahwa ini bisa berupa pangkalan UFO, harta karun tersembunyi, atau mungkin hanya kesalahan dalam Google Earth.
7. Antartika tidak pernah ada
Terdapat satu teori konspirasi yang lebih aneh daripada teori-teori sebelumnya, yang mengklaim bahwa Antartika dan Kutub Selatan sebenarnya tidak pernah ada. Pandangan ini terkenal di kalangan anggota flat-earth society atau kelompok yang percaya pada Bumi datar. Menurut pandangan mereka, Kutub Utara di anggap sebagai titik tengah dunia, sedangkan Kutub Selatan di anggap mengelilingi tepi Bumi.
Menurut penganut pandangan ini, seperti yang di lansir dari laman Atlantean Conspiracy, Antartika sebetulnya adalah dinding tebal dengan tinggi sekitar 30-60 meter yang mengelilingi planet kita.
Dinding tersebut berfungsi untuk mencegah semua objek jatuh ke tepi Bumi. Kelompok ini menyebutkan bahwa mereka tidak dapat membuktikan keberadaan dinding tersebut karena pemerintah dunia dan PBB memberlakukan zona larangan terbang dan larangan berlayar di sekitar Antartika.
Penganut teori konspirasi ini percaya bahwa Kapten Cook dari Inggris adalah salah satu manusia yang pernah melihat dinding ini, selain dari agen-agen pemerintah tentunya.
Menurut versi mereka, seharusnya Kapten Cook melaporkan bahwa ia telah melihat dinding besar selama tiga ekspedisi ke Antartika. Dinding tersebut meliputi seluruh garis pantai, dan dia tidak bisa mendarat di mana pun karena ketinggian dinding tersebut terlalu tinggi untuk diakses.
Demikianlah teori konspirasi tentang benua Antartika yang perlu kamu ketahui. Tidak peduli kamu percaya atau tidak, ini semua bergantung pada keyakinan masing-masing pembaca. Bagi kamu yang tertarik dengan teori konspirasi lainnya, kunjungilah kanal YouTube Pojoke Pati.








