Infoseputarpati.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendukung kebijakan pusat dalam pencegahan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayahnya lewat penguatan edukasi sejak dini, layanan konseling, dan pencegahan oleh perangkat daerah.
Hal itu sesuai Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025–2029. Dimana dalam aturan tersebut menyebutkan bahwa penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter.
Pihaknya pun akan mengerahkan dinas terkait untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama melalui sekolah dan Dinas Kesehatan.
“Dinas terkait kita perintahkan untuk betul-betul melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan. Jadi pencegahan itu harus sejak dini,” paparnya.
Pemprov Jateng juga sudah memiliki layanan konsultasi psikolog gratis. Layanan tersebut bisa diakses secara online oleh masyarakat.
Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan pendampingan atas persoalan psikologis atau persoalan perilaku berisiko termasuk LGBT.
“Dinas kita punya terobosan kreatif yaitu aplikasi Logis, jadi konsultasi gratis. Ini kita gunakan di tiga kabupaten/kota, bisa konsultasi lewat online, termasuk perilaku menyimpang LGBT juga bisa kita gunakan di sana,” paparnya.
Pemprov Jateng sendiri, jelasnya, akan berfokus pada upaya pencegahan, edukasi, dan layanan konseling. Dengan begitu, harapannya persoalan LGBT dapat ditangani sejak dini. (*)












