Hasil Lab Sampel Menu MBG di Pati Keluar, Positif Terkontaminasi Bakteri

Infoseputarpati.comHasil uji laboratorium sampel menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Pati akhirnya keluar.

Menu yang sebelumnya diduga menjadi penyebab ratusan siswa mengalami keracunan makanan itu ternyata positif terkontaminasi bakteri Escherichia coli, Bacillus sp, hingga Bacillus cereus.

Uji lab sendiri dilakukan terhadap sampel makanan yang disajikan pada saat kejadian dan sampel muntahan serta feses penerima MBG yang mengalami gejala.

Kontaminasi Escherichia coli, Bacillus sp, dan Bacillus cereus ditemukan pada sampel nasi bakar. Pada sampel timun ditemukan Staphylococcus aureus. Sedangkan sampel tempe kering ditemukan bakteri Bacillus sp dan Bacillus cereus.

Sementara itu, sampel telur ceplok, semangka, dan kerupuk vina dalam hasil pemeriksaan yang dilampirkan menunjukkan hasil negatif terhadap parameter bakteri yang diperiksa.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Waha mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat ditelusuri sumber dari kontaminasi.

“Kalau E. coli, paling besar kemungkinan dari cemaran air. Kalau Staphylococcus aureus, paling mungkin dari tangan penjamah makanan,” ujarnya dilansir dari Kompas.

BACA JUGA :   Usai Viral Penagihan Debt Collector di Tol Kaligawe, Gubernur Jateng: Tindak Tegas Premanisme

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bakteri E. coli yang banyak ditemukan, maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah perbaikan sanitasi utamanya terkait penyediaan air bersih.

“Kalau E. coli dominan, perbaikan sanitasi terutama penyediaan air bersih. Nanti kita cocokkan di lapangan, airnya dari mana, jarak antara air dengan kloset (kamar mandi) berapa jauh,” ujarnya.

Namun temuan dalam sampel tak serta merta menunjukkan satu jenis bakteri, dapat juga lebih dari satu bakteri.

“Mana yang dominan kita tidak bisa tahu. Yang penting hasil lab menunjukkan ada bakteri yang positif,” terangnya.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan MBG terjadi pada Selasa (8/9/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bahkan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Jumlah korban dalam kasus ini mencapai 424 per Jumat (11/9/2026) pukul 19.00 WIB. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menarik Dibaca