Viral Sekelompok Pemuda Konvoi Bawa Sajam di Cirebon

Infoseputarpati.comViral sekelompok pemuda konvoi dengan membawa senjata tajam di jalur Pantura Kabupaten Cirebon.

Dalam video yang beredar, tampak para pemuda berkendara sepeda motor secara beriringan di tengah padatnya arus lalu lintas. Sejumlah darinya membawa celurit berukuran panjang. Senjata itu diacungkan ke udara saat melintas antara kendaraan.

Video yang beredar juga memperlihatkan aksi yang diduga tawuran antarkelompok pemuda. Terlihat kelompok pemuda saling mengejar di tengah jalan raya.

Dalam rekaman yang beredar juga terlihat beberapa pemuda terjatuh dari sepeda motor. Salah satu diantaranya terpelanting hingga ke arah pagar pembatas jalan.

Sejumlah sepeda motor lainnya kemudian kehilangan kendali hingga salah satunya tampak terseret di atas aspal.

Video tersebut saat ini dalam penyelidikan Polresta Cirebon melalui Tim TEKAB 852 Satreskrim bersama Unit Reskrim Polsek Klangenan.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat diantaranya DS (18), WA (17), dan H (15).

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi pada Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Arjawinangun-Palimanan, tepatnya di wilayah Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA :   Tanah Longsor di Magelang Sebabkan Empat Orang Luka Ringan

Diduga, tawuran melibatkan kelompok pelajar SMK dari wilayah Kecamatan Depok dengan kelompok pelajar salah satu SMK di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Akibatnya, sejumlah korban mengalami luka-luka. Salah satu orang yang diamankan yaitu DS diduga berperan sebagai videografer yang merekam aksi tawuran sekaligus admin akun media sosial yang mengunggah aksi tersebut.

Kemudian dua orang yaitu WA dan H diduga membawa senjata tajam saat aksi. Sejumlah barang bukti yang diamankan yaitu satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hijau dan tiga unit telepon seluler berbagai merek.

“Polresta Cirebon tidak akan memberikan ruang bagi aksi tawuran yang meresahkan masyarakat. Terlebih apabila dalam aksinya menggunakan senjata tajam karena dapat membahayakan keselamatan orang lain dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *