Antisipasi Kekeringan, Gubernur Jateng Minta Embung dan Saluran Irigasi Dipastikan Berfungsi

Infoseputarpati.com – Guna mengantisipasi kekeringan di musim kemarau, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta embung dan saluran irigasi dipastikan berfungsi.

Dengan begitu, produktivitas petani tetap terjaga dan irigasi persawahan tak terganggu.

“Saya ingin betul-betul memastikan, cek dan recheck embung yang ada. Embung merupakan salah satu tempat untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun persawahan,” ujarnya.

Sejak 2025 hingga awal 2026, setidaknya sudah ada 12 embung baru yang dibangun di Jawa Tengah. Oleh karena itu, ia meminta didata daerah yang memerlukan embung.

“Saya sudah wanti-wanti, nitip kepada Bupati dan Wali Kota, kalau masih ada masyarakat yang di tempatnya butuh embung, segera diusulkan dan akan dianggarkan (pembangunan),” ujarnya.

Salah satu embung yang diandalkan selama kemarau adalah Embung Alastuwo. Keberadaan embung tersebut diharapkan bisa membantu menggenjot produktivitas pangan, terutama padi, guna mencapai swasembada pangan.

Target produksi padi 2026 sendiri mencapai 10,55 juta ton GKG.

“Ini sangat membantu sekali, karena Provinsi Jawa Tengah berharap swasembada pangan bisa tercapai kembali. Tahun kemarin kita produksi hampir 9,7 juta ton, atau memenuhi 15,6 persen kebutuhan padi nasional. Jawa Tengah nomor dua, dan kami ingin nanti bisa nomor satu,” ujarnya.

BACA JUGA :   Surat Permohonan Izin Proses Pendirian Dijten Pesantren Segera Dikirim ke Setneg

Pihaknya juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait program pipanisasi dan sumurisasi. Mengingat musim kemarau kali ini diprediksi lebih kering dari biasanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *