BGN Tetapkan Aturan Jam Kerja ASN SPPG, Dimulai Pukul 02.00

Infoseputarpati.comBadan Gizi Nasional (BGN) perketat disiplin aparatur sipil negara (ASN) di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Sejumlah aturan termasuk jam kerja ASN SPPG bakal diterapkan. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi perbaikan tata kelola program MBG.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut, masalah dalam program MBG harapannya dapat diselesaikan sebelum 20 Oktober 2026 atau bertepatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang sudah manajemen baru yang kami yakini sebelum 20 Oktober 2026 kami akan selesaikan,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com.

BGN juga akan menerapkan sistem absensi online lewat Zoom untuk memastikan pegawai ASN SPPG datang.

“Bukan satu dua, keracunan itu soal anak Indonesia yang enggak boleh terjadi. Jadi, agar teman-teman media paham, jam 02.00 WIB mereka sudah kerja pagi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mengatakan bahwa jam kerja kepala SPPG, ahli gizi, hingga akuntan di dapur MBG dimulai pukul 02.00 dini hari hingga pukul 08.00 waktu setempat.

BACA JUGA :   Pendaftaran CASN Bakal Dibuka September, Ini Formasinya

“Kami telah mengeluarkan jam ASN PPPK SPPG, kepala dapur SPPG yaitu jam operasional dapur. Kalau dia enggak ada di situ (di dapur), ya apa gunanya?” ujarnya.

Aturan jam kerja ini diharapkan diterapkan dengan tegas agar kasus keracunan makanan akibat SPPG tak memenuhi SOP dapat ditekan.

“Dari banyaknya kasus gangguan kesehatan keracunan makanan, itu banyak di antaranya atau hampir karena tidak melaksanakan SOP. Apakah SOP penyimpanan, SOP tangannya harus pakai sarung tangan, dan macam-macam,” ujarnya.

Pihaknya tidak menampik bahwa ada temuan pegawai ASN SPPG tidak berada di lokasi saat dapur sedang memproduksi makanan MBG.

“Beberapa temuan bahkan itu kepala SPPG-nya itu tidak berada di tempat. Dia kan pemimpin di dapur, memastikan bahwa SOP dijalankan,” paparnya.

Kepala dapur, pengawas gizi, serta guru yang menjadi person in charge (PIC) sekolah diminta untuk mencicipi dahulu menu masakan yang akan disajikan untuk siswa.

“Dari barang itu sudah matang, dicicipi, disisihkan. Sebelum ini, kepala dapurnya nyicipi, pengawas gizi nyicipi, kemudian aslap (asisten lapangan) nyicipi. Di sekolah itu ada namanya PIC sekolah,” paparnya. (*)

BACA JUGA :   Jelang Lebaran, Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak di Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *