Infoseputarpati.com – Setiap pasangan suami istri menginginkan kehamilan untuk meneruskan trah keluarga mereka. Namun sering kali, terdapat beberapa pasangan yang terkendala dalam memeroleh momongan.
Tentunya, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya yaitu kesibukan bekerja yang
Kenali ilmu beriku agar hamil dapat terjadi dengan mudah;
- Mengenali Siklus Haid
Siklus haid merupakan rentang jumlah hari dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Dengan menghitung siklus haid dapat diketahui masa subur yaitu saat wanita mengalami ovulasi atau keluarnya sel telur dari ovarium.
Wanita dengan siklus haid 28 hari akan memiliki 6 hari masa subur, yaitu 5 hari sebelum ovulasi dan 1 hari saat ovulasi. Pada masa itu kemungkinan untuk hamil menjadi lebih tinggi. Siklus haid umumnya dapat berubah tiap bulan. Untuk itu, perlu mencatat siklus haid selama beberapa bulan. Dari catatan siklus haid selama beberapa bulan, dapat diketahui siklus haid paling pendek dan paling panjang. Setelah mengetahui siklus haid, kamu dapat memperkirakan masa subur.
- Menghitung Masa Subur
Ketika sudah tahu siklus haid paling pendek dan paling panjang dari pencatatan minimal 8 bulan, dapat diketahui masa subur menggunakan perhitungan sederhana.
Siklus paling pendek dikurangi 18 hari. Hasilnya adalah hari pertama masa suburmu. Misalnya siklus paling pendek adalah 27 hari. Maka hari pertama masa subur adalah hari ke-9.
Siklus paling panjang dikurangi 11 Hasilnya adalah hari terakhir masa suburmu. Misalnya siklus paling panjang adalah 30 hari. Maka hari terakhir masa subur adalah hari ke-19.
Hari-hari diantara dua tanggal tersebut, adalah masa subur yang memiliki kemungkinan hamil lebih tinggi. Pada contoh di atas berarti masa subur berada di antara hari ke-9 sampai hari ke-19.
- Teratur dalam Berhubungan Seks
Peluang sperma membuahi sel telur terbilang kecil, yaitu hanya pada 4-5 hari menjelang masa-masa ovulasi dan pada hari ovulasi itu sendiri. Maka dapat melakukan berhubungan seks dalam periode ini.
Masa-masa ovulasi dapat bergeser karena banyak faktor seperti stres dan olahraga berlebihan. Bahkan, jika siklus haid Anda tergolong normal, ovulasi dapat terjadi kapan saja. Untuk mencegah risiko bergesernya waktu ovulasi, disarankan untuk berhubungan seks secara rutin setidaknya 3-4 kali seminggu.








