Mitrapost.com – Konsumsi LPG subsidi 3 kilogram tahun ini diprediksi jebol atau melampaui target yang ditetapkan sebanyak 8 juta ton.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa saat ini realisasi penyaluran LPG 3 kilogram sudah mencapai 5,04 juta ton per Juli 2026.
Konsumsi LPG subsidi diprediksi bisa mencapai 8,67 juta ton hingga akhir 2026.
“Memang kalau kita perhatikan bahwa di tahun 2025 kemarin juga sudah ada penyesuaian untuk prognosa dan untuk tahun 2026 ini memang prognosanya itu sebesar 8,6 juta ton LPG,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com.
Tak hanya itu, konsumsi LPG subsidi pada 2027 juga diprediksi kembali melebihi 8 juta ton. Subsidi LPG 3 kilogram dalam RAPBN 2027 juga dimasukkan lebih dari 8 juta ton atau naik 11,75% dari outlook APBN 2026 yang sebanyak 8 juta ton.
Konsumsi LPG 3 kilogram yang tinggi tak lepas dari penyaluran subsidi yang dinilai tak tepat sasaran. Sebab, jelasnya, penyaluran subsidi LPG 3 kilogram bersifat terbuka.
“Yang dimaksud dengan bersifat terbuka bahwa pada hari ini sebenarnya LPG 3 kg itu masih bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah upaya pun dilakukan agar penyaluran subsidi 3 kilogram dapat lebih tepat sasaran.
“Pertamina bersama dengan Dukcapil juga telah melakukan MoU [Memorandum of Understanding], ini juga semua data-data akan dilakukan penguatan-penguatan sebelum nanti kita lakukan pengaturan kepada kelas-kelas masyarakat yang memanfaatkan LPG 3 kg tersebut,” ujarnya. (*)











