Infoseputarpati.com – Embun upas yang terjadi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah menyebabkan puluhan hektar tanaman kentang rusak.
Hal itu sebagaimana yang diungkap Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Ady.
“Estimasi luas tanaman kentang yang terkena dampak embun upas mencapai kisaran 25-30 hektar berdasarkan pemantauan sementara di lapangan,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Embun upas tersebut muncul di Lapangan Pandawa, area parkir Kompleks Candi Arjuna, Gasiran Aswatama, Kalibana, serta Kompleks Setyaki.
Puncak embun upas diperkirakan berlangsung antara Juli hingga Agustus. Kerugian akibat fenomena tersebut mencapai Rp70 juta per hektar.
Berdasarkan penuturan petani, kentang yang berumur sekitar 40 hari ke bawah umumnya tidak dapat diselamatkan karena langsung mati.
“Tanaman yang terdampak, ada yang pertanaman awal, ada yang mendekati panen,” ucap Firman.
“Tanaman yang berumur sekitar 40 hari ke bawah umumnya tidak dapat diselamatkan setelah terdampak embun upas dan kalau di-rata-rata, estimasi nilai kerugiannya mencapai Rp70 juta per hektar,” paparnya.
Petani pun diperkirakan bisa kembali tanam sekitar bulan September 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo menyebut, kondisi tersebut fenomena yang terjadi tiap tahunnya.
“Kondisi itu membuat suhu udara pada malam hari turun drastis akibat pelepasan radiasi panas dari permukaan bumi,” ujarnya. (*)






