Infoseputarpati.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik mencapai Rp17,6 miliar tahun ini. Dana tersebut diperuntukkan untuk perpustakaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan bahwa saat ini tantangan yang dihadapi adalah rendahnya minat baca masyarakat.
Oleh karena itu, dana tersebut akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan literasi di Jawa Tengah.
“Besar atau kecilnya anggaran itu sama-sama amanah. Semua harus dipertanggungjawabkan,” ujar Sumarno.
Pihaknya juga berharap dana tersebut dapat memberikan kebermanfaatan nyata dan berkontribusi pada pembangunan Jawa Tengah.
“DAK ini merupakan bagian dari program pusat yang dilaksanakan di daerah. Maka, harus menjadi sarana penyelarasan program dari Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional dengan program daerah,” jelasnya.
Kepala Perpustakaan Nasional RI mengatakan, Aminudin Aziz mengatakan, skema penentuan DAK Nonfisik 2026 mengalami perubahan. Jika sebelumnya berbasis proposal, kini lebih mengedepankan aspek keadilan fiskal.
“Kebijakan ini kami ambil agar keadilan benar-benar dirasakan. Jangan sampai daerah yang tidak terakreditasi dan tidak punya anggaran, justru tidak bisa menjalankan kegiatan apa pun,” ucap Aminudin. (*)







