Usai Viral Penagihan Debt Collector di Tol Kaligawe, Gubernur Jateng: Tindak Tegas Premanisme

Infoseputarpati.comGubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi buka suara usai viral kasus penagihan debt collector di Tol Kaligawe.

Luthfi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas setiap aksi premanisme di wilyahnya.

“Penegakan hukum itu perlu untuk memberikan efek jera, agar kenyamanan dan keamanan di wilayah kita bisa terjamin, termasuk di titik-titik yang kemarin sempat terjadi persoalan,” ujarnya.

Ia menilai, rasa aman dan kepastian hukum mempengaruhi stabilitas sosial dan iklim investasi.

“Kalau aspek penegakan hukum terpenuhi dan wilayahnya aman dari premanisme, tentu akan menarik,” jelasnya.

Praktik melawan hukum termasuk penagihan utang dengan cara kekerasan dan ancaman tak boleh dibiarkan.

“Premanisme dan tindakan-tindakan yang meresahkan, harus kita hilangkan. Wilayah kita harus aman dan nyaman,” jelasnya.

Ia juga meminta agar komunikasi publik dengan baik, untuk mencegah konflik antara masyarakat dan pihak pembiayaan.

“Kalau ada kesulitan, sebaiknya komunikasi dua arah. Kalau perlu lapor kepada pihak berwajib. Jangan sampai timbul friksi karena kurang komunikasi, akhirnya dua belah pihak saling berbenturan kepentingan,” katanya.

Sebelumnya, terjadi insiden penghadangan mobil oleh sejumlah debt collector di pintu Tol Kaligawe, Semarang, pada Sabtu (7/2/2026). Dalam video yang viral di media sosial, sekelompok orang mencegat Toyota Avanza yang dikemudikan warga asal Jepara. Mereka menunjukkan foto pelat nomor yang diduga sama dengan kendaraan target, lalu mengambil paksa kunci mobil melalui jendela.

Penumpang sempat berteriak meminta tolong ketika pintu mobil dibuka dari luar. Salah satu korban mengalami luka lecet di tangan akibat perebutan kunci. Hasil penyelidikan kepolisian mengungkapkan, mobil tersebut tidak menunggak angsuran dan para pelaku salah mendeteksi target. Atas kejadian tersebut, enam orang kemudian ditangkap oleh Tim Jatanras Polda Jateng pada 24 Februari 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *