Pemkab Magelang Berikan Bantuan RTLH untuk Masyarakat Membutuhkan

Infoseputarpati.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memberikan bantuan sosial berupa perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan perbaikan RTLH ini bersumber dari anggaran BAZNAS dan CSR sebesar Rp420 juta yang disalurkan untuk 25 penerima bantuan. Kemudian Bank Jateng Cabang Mungkid memberikan bantuan sebesar Rp380 juta kepada 18 penerima bantuan.

PT BPR Bank Bapas 69 juga memberikan bantuan sebesar Rp60 juta bagi tiga penerima bantuan dan APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia) memberikan bantuan sebesar Rp60 juta kepada tiga penerima bantuan.

Kepala DPRKP Kabupaten Magelang, Kunta Hendradata dalam laporannya menyampaikan selain penyerahan bantuan RTLH, dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional ini juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis pembebasan hak atas tanah dan bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah kepada tiga orang.

Kemudian diserahkan juga bantuan secara simbolis pembebasan retribusi persetujuan bangunan gedung bagi masyarakat berpenghasilan rendah kepada tiga orang perwakilan dan penyerahan santunan kepada tujuh anak yatim-piatu.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan ‘Saatnya Rakyat Punya Rumah’ menjadi tema sentral peringatan Hari Perumahan Nasional tahun ini. Menurutnya, tema ini bukan sekedar slogan, tetapi merupakan panggilan dan komitmen untuk memastikan setiap keluarga, setiap individu, memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Praktis, harus disadari bahwa memiliki rumah adalah hak dasar setiap warga negara. Rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga fondasi utama untuk membangun keluarga yang sejahtera, sehat, dan berakhlak mulia.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Magelang terus berupaya maksimal untuk mewujudkan visi ini,” tegasnya.

Berbagai program telah dilaksanakan, mulai dari kemudahan perizinan, penyediaan lahan strategis, hingga kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang dan perbankan, untuk menyediakan skema pembiayaan yang lebih ringan.

“Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan sanitasi, demi kenyamanan dan kesejahteraan penghuni,” kata Grengseng Pamuji.

Kendati demikian, untuk mewujudkan impian tersebut Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat.

“Maka saya mengajak seluruh pihak yang hadir, khususnya para pengembang perumahan, untuk bersama-sama membangun hunian yang tidak hanya layak huni, tetapi juga ramah lingkungan dan terintegrasi dengan tata ruang kota yang baik. Mari kita wujudkan pembangunan perumahan yang berorientasi pada kebutuhan rakyat, bukan hanya pada keuntungan semata,” ajaknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menarik Dibaca