Infoseputarpati.com – Polisi menangkap pemuda yang meretas akun Google Business milik kantor kepolisian hingga jasa kredit.
Pelaku disebut Kristiadi berumur 22 tahun. Ia melakukan penipuan dengan mengubah rute nomor kontak menjadi nomor pribadi.
Kombes Ade Safri Simanjuntak selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyebut pelaku mengubah informasi pada Google Business kantor polisi, call center bank, perusahaan biro perjalanan, layanan bank BUMN, dan jasa kredit.
“Beberapa Google Business information yang diubah oleh tersangka antara lain Polsek Setiabudi, Polsek Pasar Minggu,” ujar Ade Safri dalam keterangannya, dikutip dari Detik News, pada Sabtu (21/9).
“Tersangka juga menjelaskan, selain memanipulasi informasi Google Maps, tersangka juga pernah melakukan tindak pidana seperti penipuan trading melalui telegram,” ujarnya.
Ade menyebut data kantor polsek Jakarta Selatan diretas dengan memanfaatkan gangguan teknis atau bug.
“Dari situasi tersebut, tersangka Kristiadi yang telah memantau situasi bug tersebut, kemudian memanfaatkan situasi bug dengan cara mengubah Google Business Profile pada data Polsek Setiabudi Jakarta Selatan, di mana perubahan yang dilakukan tersangka adalah merubah rute menuju Polsek Setiabudi Jaksel ke alamat samping SDN 05 07 Cipete Utara dan telah ditambahkan Nomor Wa WhatsApp 0815*******,” katanya.
Ia juga menambahkan nomor Whatsapp miliknya pada profil Polsek Setiabudi yang harusnya dapat diubah oleh pemilik Google Business Profile.
“Di mana seharusnya yang dapat merubah rute serta menambahkan info di profile tersebut adalah pemilik Google Bisnis Profil, karena hanya pemilik Google bisnis Profil yang memiliki hak tersebut, di mana pada saat mengklaim sebuah tempat, pemilik Google Bisnis Profil harus mengisi data-data seperti foto, nomor handphone, alamat sesuai titik, deskripsi, media sosial,” beber dia. (*)











