Pati, Infoseputarpati.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno mempertanyakan asuransi pertanian yang belum cair. Padahal, sudah beberapa bulan lahan sawah terdampak banjir di Bumi Mina Tani.
Maka dari itu, Sukarno meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pertanian (Dispertan) untuk mempertanyakan asuransi pertanian supaya bisa segera cair.
“Saya minta, pihak asuransi bisa turun langsung ke bawah dan melihat langsung kondisi para petani, karena memang sampai saat ini masih ada sawah yang tergenang,” ucapnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut juga berharap untuk asuransi ini bisa turun tepat waktu, karena bencana banjir bisa diprediksi, misalnya dengan melihat BMKG, curah hujan setelah banjir seperti apa, dan lain-lain.
“April nanti sudah masuk kemarau, jadi kami mendesak kepada dinas agar bisa menyampaikan asuransi ini bisa segera cair, karena petani sangat membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Kosekan Kecamatan Gabus, Jadi mengatakan, bahwa petani padi yang sawahnya terendam banjir dalam enam bulan ini berharap, asuransi pertanian bisa segera keluar. Hal itu menyusul lantaran ada ribuan hektare tanaman padi yang terdampak dan gagal panen.
Jadi mengaku, ada ribuan hektare sawah di Kabupaten Pati yang puso atau gagal panen akibat terendam banjir.
“Banjir terjadi sudah hampir enam bulan ini belum surut, dan para petani masih menganggur, bantuan yang diharapkan dari asuransi yang dikelola oleh Jesindo belum bisa keluar,” terangnya.
Menurutnya, Bantuan asuransi untuk pertanian ini sangat dibutuhkan oleh para petani, apalagi dengan kondisi saat ini, masih ada ribuan hektar sawah tenggelam akibat banjir dan belum surut.
“Asuransi ini kita harapkan karena fungsinya untuk petani yang gagal panen, sawah kekeringan, hama, bencana dan lain-lain, dan pengajuan kami sejak Desember, tapi belum terealisasi sampai sekarang,” paparnya. (adv)












