Kisah Jin Mencuri Kurma Ayah Ubay ibn Ka’b

Infoseputarpati.com – Kisah jin yang mencuri kurma ayah Ubay ibn Ka’b ada dalam zaman Rasulullah SAW. Dalam hal ini, ayah Ubay ibn Ka’b bercerita bahwa dirinya mempunyai wadah berisi kurma.

Hal ini ada dalam kisah yang diceritakan dalam hadits dari Ubay ibn Ka’b ini menjadi bukti ayat kursi sebagai bacaan penangkal gangguan dari jin dan setan.

Saat itu, ayah Ubay ibn Ka’b selalu menjaga kurma tersebut namun selalu berkurang setiap kali melihatnya.

Saat malam hari, ayah Ubay pun melihat seekor hewan yang bentuknya seperti anak laki-laki. Ia lantas bertanya “Siapakah kamu, jin ataukah manusia?”

Anak lelaki itu menjawab, “Jin.”

Ubay meminta jin mengulurkan tangan, dilihatnya tangannya menyerupai kaki anjing dengan bulu.

Ubay bertanya lagi, “Apakah memang demikian bentuk jin itu?”

Jin itu menjawab, “Kamu sekarang telah mengetahui jin, di kalangan mereka tidak ada yang lebih kuat daripada aku,”

Jin tersebut pun menjawab ketika ditanya Ubay terkait dengan alasan jin mencuri buah kurma milih ayahnya tersebut, “Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seseorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu,”

BACA JUGA :   Doa saat Dilanda Kegalauan

ayah Ubay lantas bertanya, “Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian?” Jin itu menjawab, “Ayat ini (ayat kursi),”

Ayah Ubay bin Ka’b tersebut lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Nabi Muhammad.

Rasulullah SAW bersabda, “Benarlah (apa yang dikatakan oleh) si jahat itu,”

Ayat kursi disebut sebagai doa penangkal gangguan setan dan jin. Hal ini sesuai denga napa yang diriwiyatkan oleh Imam Hakim dalam Kitab Mustadrak melalui hadits Abu Daud At Tayalisi dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ubay ibnu Ka’b.

Bacaan Ayat Kursi dalam Latin, Arab, dan Artinya
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Bacaan latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

BACA JUGA :   Mengenal Penyakit Ain dan Doa Menghindari

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya); tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *