Pati, Infoseputarpati.com – Narso selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menuding aplikasi My Pertamina ini menyulitkan masyarakat khususnya para petani yang mempunyai mesin untuk persawahan.
Pasalnya, sejak diresmikannya aplikasi tersebut pada bulan Juli 2022 ini, para petani mengeluhkan antre pembelian pertalite maupun solar untuk alat pertaniannya hingga berjam-jam di tempat pengisian bahan bakar (Pom Bensin), yang mana hampir semua pom bensin di Kabupaten Pati menerapkan aturan yang sama.
Lantas Narso berharap, supaya sistem yang dirasa memperlambat dan menyulitkan tersebut disesuaikan oleh para pemangku kebijakan yang berada di pemerintahan pusat.
Dari mulai prosedur dan regulasi menurutnya harus diperbaiki, supaya teman-teman yang bergantung hidup dari bercocok tanam bisa mengakses pertalite dan solar dengan mudah.
” Ya ini memang menyulitkan petani, kita harapkan kepada para pemangku kebijakan semakin menyederhanakan prosedur, agar teman-teman petani ini bisa mengakses baik pertalite maupun solar untuk mesin-mesin pertanian mereka, ” ucap Narso, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/10/2022).
Walaupun sudah diatur dalam peraturan untuk para petani mengakses BBM, lelaki dari Komisi B tersebut merasa peraturan itu tidak memberikan solusi yang efektif bagi para petani.
Karena untuk mendapatkan surat perizinan pembelian BBM bersubsidi petani harus datang ke Dinas Pertanian, sedangkan para petani yang lokasinya jauh dari perkotaan pasti susah dan merasa tidak diuntungkan dengan adanya kebijakan tersebut.
” Selama ini memang sudah ada caranya, cuma rata-rata harus sampai ke Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, ini kan menyulitkan teman-teman bagi yang punya traktor atau mesin pompa yang sederhana, itukan harus datang ke Pati ini sangat menyulitkan, ” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Vindi Agil
Editor: Erika Chairun













