Pati, Infoseputarpati.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Kabupaten Pati mengungkapkan bahwa intervensi perlindungan perempuan dan anak melalui Sistem Informasi Online (SIMFONI) belumlah maksimal.
Melalui Kepala DINSOSP3AKB Kabupaten Pati, Indriyanto mengeluhkan tidak aktifnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam melakukan penginputan data melalui sistem tersebut.
Pihaknya mengatakan meskipun telah dilakukan sosialisasi dan perkumpulan di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) beberapa waktu yang lalu. Edukasi yang diberikan belum dilakukan oleh OPD yang diundang.
Menurutnya sering dilakukannya mutasi jabatan pada masing-masing dinas, sehingga menghambat kinerja dari petugas yang bertanggung jawab atas sistem SIMFONI itu.
“Kalau kita udah rutin menginput. Masih banyak (OPD) yang belum, sehingga kemarin kita kumpulkan, kita menginformasikan. Petugasnya ini sering ganti, sehingga butuh proses lagi,” katanya.
Selain itu, dalam melakukan penanganan kasus yang terjadi pada perempuan dan anak juga dibutuhkan prosedur yang panjang. Hal demikian diklaim menjadi satu alasan lamanya penyelesaian kasus yang terjadi.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejauh ini pihak DINSOSP3AKB telah berupaya untuk selalu aktif dalam melakukan penginputan data dari setiap laporan yang diterima.
Hal lain yang telah dilakukan, selain dengan menggandeng OPD di Kabupaten Pati, ia juga telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Margo Laras dan rumah sakit sebagai tempat tujuan rujukan pendampingan korban.
“Sebagaimana yang sudah kami lakukan, selain OPD juga beberapa sektor kami libatkan, diantara untuk pendampingan psikologi korban ke Yayasan Margo Laras dan kesehatan untuk kita rujuk ke rumah sakit, yang kemarin korban Dukuhseti itu ke RSUD Soewondo mas,” tutupnya. (*)
Penulis: Anang