Blora, Infoseputarpati.com – Kondisi bangunan SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Mariman Darto telah turun melakukan peninjauan ke lokasi.
“Bangunan SMPN 1 Sambong merupakan bangunan lama yang dibangun sejak 1983, sehingga beberapa bagian konstruksi mulai mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan segera. Ini salah satu contoh sekolah yang sudah lama berdiri. Saya angkatan yang kedua di sekolah ini,” ujarnya dilansir dari Antara Jateng.
Bagian yang rusak meliputi atap dan plafon yang ambrol serta sejumlah titik lainnya yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
“Ambrolnya atap plafon dan yang lainnya tentu sangat berbahaya, sehingga saya minta agar seluruh ruang kelas dicek kembali,” jelasnya.
Pengecekan serupa juga perlu dilakukan di sekolah lain yang juga memiliki usia bangunan tua.
“Kalau sekolah tidak berwujud layak, tentu sarana prasarana pendidikan belum terpenuhi,” ujarnya.
Ia pun berharap revitalisasi sekolah bisa segera dilakukan. Ia menyebut, ada 11.446 sekolah yang masuk tahap awal revitalisasi dan saat ini sedang menunggu proses penganggaran.
Usai tahapan verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada Februari hingga Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90 sampai 100 hari. Sedangkan target selesai bulan Juni 2026.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sambong Wiwik Sulistiyowati mengatakan bahwa kerusakan tersebut memang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kondisi paling parah terjadi pada 15 Desember 2025, saat atap dan plafon tiba-tiba ambrol dan menyebabkan kerusakan cukup berat pada beberapa ruang kelas,” paparnya. (*)












