Infoseputarpati.com – Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok mulai merangkak naik pada bulan Ramadan. Pengawasan distribusi hingga operasi pasar murah harus digalakkan untuk menyetabilkan harga Kepokmas.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan jika telur ayam, cabai rawit merah, daging sapi, bawang merah hingga minyak goreng bersubsidi mulai merakak naik.
Kenaikan ini dikarenakan tinggnya permintaan, ia lantas meminta agar Satgas Pangan melakukan pemantauan dan segera mengambil langkah-langkah konkret.
“Biasanya harga-harga ini naik menjelang Ramadan karena permintaan yang meningkat, tetapi kami berharap Satgas Pangan dapat mengontrol agar lonjakan harga tidak berlanjut dan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Tidak lupa, Cucun mengimbau agar pengawasan distribusi dilakukan secara ketat untuk menghindari penimbunan.
“Jika pasokan berkurang, harga-harga pangan pasti akan melonjak. Oleh karena itu, kondisi seperti ini harus dihindari,” jelasnya.
Adapun, Operasi Pasar Pangan Murah perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakt.
“Kami berharap masyarakat, khususnya umat Muslim, dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang karena harga bahan pangan yang stabil dan terjangkau,” ungkapnya.
“Kami menyambut baik program operasi pasar yang digelar serentak di seluruh Indonesia untuk memastikan harga komoditas tetap aman. Stabilitas harga pangan sangat penting saat Ramadan,” ujar dia.
Pemerintah akan melaksanakan operasi pangan murah mulai 24 Maret hingga 29 Maret 2025 mendatang.
Operasi pasar ini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, BUMN Pangan, dan PT Pos Indonesia.
“Ini merupakan wujud nyata dari keseriusan pemerintah untuk menjaga harga bahan pokok yang terjangkau dan stabil sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa takut ada lonjakan harga,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dikutip dari Detik finance pada Senin (3/3/2025).











