Infoseputarpati.com – Beberapa negara luar negeri banyak yang meminta pekerja untuk ditempakan di luar negeri. Negara tersebut diantaranya Taiwan, Hongkong dan Arab Saudi.
Dalam hal ini, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PP2MI) Abdul Kadir Karding menargetkan pihaknya akan mengirim pekerja sebanyak 425 ribu selama 2025.
“Tahun ini saya menargetkan 425 ribu dari 297 ribu (pekerja). Nah untuk itu kita butuh membangun kerja sama dengan berbagai pihak termasuk universitas dan Pemda,” kata Karding saat ditemui di UNS Tower, Solo, dikutip dari Detik Finance pada Selasa (15/4/2025).
Karding menjelaskan jika upaya bekerja sama dengan universitas dan pemerintah daerah ini untuk meminimalisir adanya pekerja legal.
“Pemda itu bisa membantu kita, satu, mensosialisasikan ini. Karena masalah utama perlindungan itu mereka berangkat secara ilegal,” ucapnya.
“Bentuk kerja sama yang paling utama adalah kita ingin menciptakan penyiapan sumber daya manusia yang skill luar negeri, tentu dengan membangun atau menyiapkan vokasi, pelatihan-pelatihan,” bebernya.
Karding menjelaskan ada tiga negara yang meminta pekerja diantaranya Taiwan, Hongkong dan Arab Saudi.
“Sebenarnya permintaan dari Arab Saudi juga besar. Arab Saudi itu hubungi saya itu minta 650 ribu orang tenaga kerja untuk dikirim ke Arab Saudi,” ungkapnya.
“Tapi harus dibuka dulu MOU-nya. Kalau sekarang dilarang. Jadi Arab Saudi itu sekarang dilarang. Karena ada yang disebut moratorium, penghentian kerja sama. Walaupun ada 195 ribu orang kita yang berangkat bocor ke luar negeri dan itu rawan tidak terlindungi,” kata Karding. (*)









