Jenis-jenis Gangguan Mental

Gangguan makan bisa terjadi karena banyak hal, antara lain: tekanan masyarakat, kesuksesan dan nilai seseorang sering disalahartikan dengan tubuh yang ramping, tekanan kelompok dan pandangan orang di media tersebut dapat memicu keinginan untuk berusaha keras memiliki tubuh ramping.

 

  1. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah sejenis gangguan mental. Orang dengan OCD memiliki pikiran dan dorongan yang tidak dapat dikendalikan dan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. Contoh perilaku kompulsif adalah mencuci tangan 7 kali setelah menyentuh sesuatu yang mungkin kotor.

Gejala yang timbul pada penderita OCD;

  • Cemas atau takut tertular penyakit sehingga menghindari bersalaman atau menyentuh benda-benda
  • Stres ketika melihat sekumpulan benda tidak selaras atau simetris
  • Takut melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri atau orang lain, misalnya ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu
  • Takut mengatakan sesuatu yang mungkin menyinggung perasaan orang lain
  • Khawatir membuang barang yang telah dikumpulkan

Penyebab OCD;

Memiliki riwayat OCD dalam keluarga, menderita gangguan mental lain, pernah mengalami kejadian yang menyebabkan trauma atau stres, menderita infeksi bakteri Streptococcus ketika kanak-kanak (pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders), memiliki kepribadian yang sangat disiplin, terlalu teliti, dan perfeksionis.

  1. Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian (personality disorder) merupakan kondisi ketika seseorang memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat. Saat mengalami gangguan kepribadian, seseorang akan merasa kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain.

Gejala yang timbul pada penderita Gangguan Kepribadian;

  • Berperilaku aneh
  • Mengurung diri atau menghindari interaksi sosial
  • Sulit menjalin hubungan dekat dengan orang lain
  • Kesulitan mengendalikan pikiran
  • Sering berprasangka buruk

Penyebab Gangguan Kepribadian;

Adanya kelainan pada struktur atau komposisi kimia di dalam otak, adanya riwayat gangguan kepribadian atau penyakit mental lainnya di dalam keluarga, menghabiskan masa kecil di dalam kehidupan keluarga yang kacau, perasaan diabaikan sejak kanak-kanak.

 

  1. Sindrom Tourette

Sindrom Tourette (TS) adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan involunter dan berulang-ulang, stereotipikal, dan vokalisasi yang disebut dengan tics. Kondisi ini biasanya dimulai di usia 2–15 tahun dan lebih umum terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Gejala yang timbul pada penderita Sindrom Tourette;

  1. Tics motorik sederhana:
  • Mengedipkan mata
  • Meringis
  • Memutar mata
  1. Tics vokal sederhana:
  • Mengeluarkan suara seperti sedang membersihkan tenggorokan
  • Mengendus
  • Menggonggong atau mendengus
  1. Tics kompleks
  • Meringis yang dikombinasikan dengan memutar kepala dan mengangkat bahu.
  • Meloncat-loncat
  • Menggeliat
  1. Tics  Vokal kompleks:
  • Mengucapkan kata-kata secara acak
  • Mengulang kata atau kalimat yang sama dari diri sendiri atau orang lain
  • Mengumpat dengan makian, kata-kata vulgar atau cabul, yang disebut coproalia.

Penyebab Sindrom Tourette;

Kelainan gen yang diturunkan dari orang tua, kelainan pada zat kimia otak (neurotransmitter) dan pada struktur atau fungsi basal ganglia, yaitu bagian otak yang mengontrol gerak tubuh, gangguan yang dialami ibu selama masa kehamilan atau saat melahirkan, seperti stres dalam masa kehamilan, proses persalinan yang berlangsung lama, atau bayi lahir dengan berat badan yang di bawah normal.

 

  1. Psikosomatis

Gangguan psikosomatis adalah sebuah kondisi dimana gejala sakit fisik yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran dan emosi kita, bukannya dari suatu penyebab fisik seperti luka atau infeksi.

Gejala yang timbul pada penderita Psikosomatis;

  • Jantung berdebar-debar.
  • Sesak napas.
  • Lemas atau tidak dapat menggerakkan anggota tubuh sama sekali.
  • Nyeri ulu hati.
  • Tidak nafsu makan.
  • Susah tidur.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri seluruh tubuh.

Penyebab Psikosomatis;

Penyakis psikosomatis terjadi karena stres emosional yang menyebabkan rasa sakit fisik atau gejala lain. Banyak orang mengira psikosomatis adalah khayalan atau hanya ada di pikiran penderitanya saja. Kenyataanya, gejala fisik psikosomatis itu nyata dan memerlukan pengobatan yang sama dengan penyakit lainnya.

 

  1. Factitious

Factitious disorder atau gangguan buatan merupakan sebuah penyakit mental serius di mana seseorang bertindak seolah-olah mereka memiliki penyakit fisik atau psikologis. Seseorang yang mengidap factitious disorder sengaja menghasilkan gejala penyakit untuk tujuan menerima perawatan dan perhatian dalam pengaturan medis.

Gejala yang timbul pada penderita Factitious;

  • Memiliki riwayat pernah melakukan berbagai macam tes kesehatan, prosedur medis, bahkan operasi yang sebenarnya tidak saling berhubungan dengan kondisi kesehatan.
  • Merasakan berbagai gejala penyakit yang tidak saling berhubungan satu sama lain.
  • Meski telah melalui pemeriksaan medis secara intensif, tidak ditemukan gangguan kesehatan yang signifikan.
  • Gejala baru yang berbeda-beda, namun setelah tes medis menunjukkan hasil negatif.
  • Memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang berbagai macam penyakit.

Penyebab Factitious;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *