Infoseputarpati.com – Polusi memang menjadi permasalahan yang sangat merasahkan bagi warga Indonesia. Banyaknya Perusahaan hingga kendaraan sangat mempengaruhi kualitas udara.
Mata merupakan salah satu indra yang harus selalu dijaga kesehatannya. Gangguan pada mata membuat fungsi penglihatan menjadi terbatas, sehingga memengaruhi aktivitas lainnya.
Apalagi, mata merupakan organ yang rentan terhadap polusi udara. Paparan berlebihan dapat membuat mata berair bahkan iritasi. Polusi udara yang ekstrem dapat memengaruhi kesehatan mata dan fungsi penglihatan secara umum.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan tentang bagaimana polusi udara memengaruhi kesehatan mata.
Paparan polutan menyebabkan iritasi
Beberapa polutan udara seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO), dan belerang dioksida (SO2) dapat menyebabkan iritasi pada mata. Senyawa-senyawa tersebut menimbulkan gejala seperti sensasi terbakar dan kemerahan, mudah berair, hingga alergi yang memperparah iritasi.
Lingkungan kering menyebabkan mata kering
Kualitas lingkungan yang kering dan berdebu dapat membuat mata kering, hingga menjadi kronis seiring berjalannya waktu. Anda juga lebih rentan terhadap iritasi mata karena polusi. Lapisan air mata dipengaruhi oleh partikel yang mengiritasi, seperti debu. Ini dapat menyebabkan disfungsi kelenjar meibom atau peradangan pada kelenjar kecil di kelopak mata yang menghasilkan air mata. Radang kelopak mata atau Blepharitis juga mungkin terjadi.
Partikel tertentu dapat membatasi aliran darah
Penelitian menunjukkan bahwa partikel berbahaya di udara dapat mengganggu aliran darah di pembuluh darah mata. Aliran darah tersumbat atau terbatas dapat menyebabkan stroke mata, oklusi vena retina, glaukoma, dan banyak lagi.
Peningkatan sinar UV dapat menyebabkan katarak
Peningkatan paparan sinar UV dapat menyebabkan pada sejumlah masalah mata, seperti katarak kortikal, pinguekula, dan pterigia. Hal ini dikarenakan lapisan ozon yang dirancang untuk melindungi bumi dari radiasi UV dari sinar matahari berlubang karena polusi udara. Mata manusia lebih rentan terhadap kerusakan akibat radiasi sinar UV.
Asap dapat menyebabkan trachoma
Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan paparan asap pada pembakaran dapat meningkatkan jaringan parut akibat infeksi bakteri yang disebut trachoma.
Emisi knalpot meningkatkan risiko AMD
Studi menemukan hubungan antara degenerasi makula terkait usia (AMD) dengan dua gas yang berkaitan dengan polusi udara dan emisi kendaraan, yakni nitrogen dioksida dan karbon monoksida.
Sementara itu, studi di Inggris menunjukkan orang yang tinggal di daerah dengan polusi tinggi memiliki kemungkinan 8% lebih besar terkena AMD dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan polusi lebih sedikit. (*)